Punya 1.270 Cabang, BCA Perkuat Aksesibilitas hingga Wilayah Indonesia Timur

BCA terus ekspansi fisik meski era digital mendominasi perbankan Indonesia. Hingga akhir 2025, jaringan cabang mencapai 1.270 unit—naik dari 1.242 pada 2021—dengan fokus baru ke Indonesia Timur untuk jangkau masyarakat terpencil.

Senior Vice President Operation Strategy & Development BCA, Setiady, ungkap komitmen ini saat BCA Expoversary di ICE BSD, Jumat (6/2/2026). Meski 99% transaksi nasabah via mobile/ internet banking, nilai transaksi cabang tetap 30% karena layanan kompleks butuh sentuhan manusia. Penambahan cabang difokuskan ke Papua, Maluku, dan NTT yang akses bank minim, plus optimalisasi ATM kini 20.000 unit. Data Jawa11 soroti strategi ganda ini: BCA pilih hybrid model, beda dengan kompetitor full-digital seperti SeaBank, tapi kritik muncul—apakah biaya ekspansi fisik efisien saat profit digital sudah 70%?

Inovasi cabang jadi andalan: mesin CS Digital ganti kartu ATM mandiri <5 menit, buka rekening tanpa antre, hingga teller fokus relationship building. BCA tutup/merger cabang berdekatan untuk efisiensi, tapi prioritas Timur tunjukkan inklusi finansial—sinyal kuat dukung ekonomi lokal di daerah tertinggal.

Strategi ini kritis di tengah desak digital-only; cabang fisik jamin trust nasabah UMKM yang ragu app. Namun, tanpa metrik ROI jelas, investor tanya: kapan ekspansi Timur untung bersih?

Laporan CNN catat bank Asia kian hybrid pasca-pandemi.

BCA solid, tapi kecepatan adaptasi digital tetap penentu dominasi 2026.

Beranda